PPoE di Winbox
Konfigurasi PPPoE di WinBox
1. Membuat PPPoE Server
Buka PPP → PPPoE Server.
Tambahkan PPPoE Server.
Pilih Interface yang digunakan untuk client (misalnya ether3).
Aktifkan server.
2. Membuat Profile PPPoE
Masuk ke PPP → Profiles.
Tambahkan profile baru.
Isi:
Local Address: 192.168.9.1
Atur Limit (kecepatan) sesuai kebutuhan.
Only One:
Yes = satu akun hanya bisa dipakai satu perangkat.
Default/No = akun dapat digunakan lebih dari satu perangkat (tergantung pengaturan).
3. Membuat Akun PPPoE
Buka PPP → Secrets.
Tambahkan:
Username
Password
Service = pppoe
Profile = profile yang dibuat sebelumnya.
Remote Address = 192.168.9.2 (atau menggunakan pool jika banyak client).
4. Mengatur NAT
Masuk ke IP → Firewall → NAT.
Tambahkan rule baru:
Chain = srcnat
Action = masquerade
Catatan: Pada langkahmu hanya tertulis mengubah Action menjadi masquerade. Sebenarnya Chain juga harus srcnat, bukan hanya Action.
5. Mengatur Router TP-Link sebagai PPPoE Client
Hubungkan laptop ke TP-Link.
Login ke halaman konfigurasi TP-Link.
Buka Network → WAN.
Ubah Connection Type menjadi PPPoE.
Masukkan Username dan Password sesuai yang dibuat di MikroTik.
Klik Connect atau Save.
6. Mengatur Nama Wi-Fi
Buka Wireless/Basic Settings.
Ubah SSID (nama Wi-Fi) sesuai keinginan.
Jika perlu, ubah password Wi-Fi pada Wireless Security.
7. Pengujian
Sambungkan laptop ke Wi-Fi yang baru.
Buka Status pada TP-Link.
Pastikan WAN IP sudah diperoleh.
Jika WAN IP muncul dan internet dapat diakses, berarti konfigurasi PPPoE berhasil.
Komentar
Posting Komentar