IPv4 dan Subnetting

Ringkasan IPv4 dan Subnetting

1. Internet Protocol (IP)

IP (Internet Protocol) berfungsi mengirimkan data menggunakan IP Packet.

Setiap paket memiliki alamat tujuan (Destination IP Address) agar data sampai ke perangkat yang benar.

IP bekerja pada Layer 3 (Network Layer) pada Model OSI.

2. Struktur IPv4

IPv4 memiliki panjang 32 bit.

Dibagi menjadi 4 oktet, masing-masing 8 bit.

Contoh:

192.168.1.1

IP terdiri dari dua bagian:

Network ID → menunjukkan jaringan.

Host ID → menunjukkan perangkat di jaringan tersebut.

Subnet Mask digunakan untuk menentukan bagian mana yang merupakan Network dan Host.

3. Kelas IPv4

Kelas

Bit Awal

Range IP

Subnet Default

Fungsi

A

0

0.0.0.0 – 126.255.255.255

255.0.0.0

Jaringan sangat besar

B

10

128.0.0.0 – 191.255.255.255

255.255.0.0

Jaringan menengah

C

110

192.0.0.0 – 223.255.255.255

255.255.255.0

Jaringan kecil

D

1110

224.0.0.0 – 239.255.255.255

-

Multicast

E

1111

240.0.0.0 – 247.255.255.255

-

Eksperimen

Yang paling sering digunakan adalah Kelas A, B, dan C.

4. IPv4 Private

IP Private digunakan dalam jaringan lokal (LAN).

Kelas

Range IP

A

10.0.0.0 – 10.255.255.255

B

172.16.0.0 – 172.31.255.255

C

192.168.0.0 – 192.168.255.255

5. IP Khusus

127.x.x.x → Loopback (localhost)

0.0.0.0 → Default route/routing

169.254.x.x → APIPA (alamat otomatis saat DHCP gagal)

6. Subnetting

Subnetting adalah proses membagi satu jaringan besar menjadi beberapa jaringan kecil.

Tujuan:

Menghemat penggunaan IP Address.

Membagi jaringan sesuai kebutuhan.

Meningkatkan keamanan.

Mempermudah pengelolaan jaringan.

Contoh:

103.10.1.0/24

dapat dibagi menjadi beberapa subnet agar tiap divisi atau client memiliki jaringan sendiri.

7. Prefix (/)

Prefix menunjukkan jumlah bit yang digunakan sebagai Network ID.

Contoh:

/24

/25

/26

/27

/28

/29

/30

/31

/32

Semakin besar prefix:

Host semakin sedikit.

Network semakin banyak.

8. Menghitung Jumlah IP

Rumus:

Jumlah IP = 2^(32 - Prefix)

Contoh:

IP:

192.168.255.121/30

Perhitungan:

2^(32-30)

= 2²

= 4 IP

Total terdapat 4 alamat IP dalam subnet tersebut.

9. Network ID dan Broadcast

Network ID = alamat pertama subnet.

Broadcast = alamat terakhir subnet.

Host = alamat yang dapat digunakan perangkat.

Contoh subnet /30:

Network

Broadcast

0

3

4

7

8

11

12

15

16

19

...

...

Karena ukuran blok /30 = 4, maka network bertambah 4 setiap subnet.

10. Contoh Perhitungan

IP:

192.168.255.121/30

Jumlah IP:

4

Blok subnet:

4

Network ID:

192.168.255.120

Broadcast:

192.168.255.123

Host yang dapat digunakan:

192.168.255.121

192.168.255.122

Poin Penting untuk Diingat

IPv4 terdiri dari 32 bit (4 oktet).

IP memiliki Network ID dan Host ID.

Subnet Mask menentukan batas Network dan Host.

Kelas IP yang umum digunakan adalah A, B, dan C.

IP Private:

10.x.x.x

172.16–172.31.x.x

192.168.x.x

Subnetting digunakan untuk membagi jaringan agar lebih efisien dan aman.

Rumus jumlah IP:

2^(32 - prefix)

Network ID adalah alamat pertama subnet.

Broadcast adalah alamat terakhir subnet.

Alamat host berada di antara Network ID dan Broadcast.

Cara menghitung subnetting:
misal IP yang dibutuhkan adalah 192.168.40.200/28

Diketahui: 
•IP address: 192.168.40.200
•Prefix: /28 = 16

1. Mencari IP Network:
Cara mudah mencari IP Network yaitu dengan cara oktet terakhir/host : prefix, yaitu:
200 : 16 = 12,5 (jika ada angka di belakang koma tidak usah ikut dihitung, kita menghitung angka depannya aja yaitu 12)
Kemudian, hasil pembagian tadi kita kalikan dengan jumlah prefix dari /28.
12 × 16 = 192
jadi IP Networknya adalah 192.168.40.192

2. Mencari IP Broadcast
Untuk mencari IP Broadcast ini kita perlu menggunakan cara IP Network + prefix - 1.
Jadi, 192 + 16 - 1 = 207
jadi IP Broadcast nya adalah 192.168.40.207

3. Mencari Host
Host ada 2, ada host pertama dan terakhir. Untuk mencari Host pertama kita hanya perlu menggunakan cara IP Network + 1. Sedangkan Host terakhir kita menggunakan cara IP Broadcast - 1.
Host Pertama: 192 + 1 = 193 (192.168.40.193)
Host Terakhir: 207 - 1 = 206 (192.168.40.206)

4. Mencari Subnet Mask
Untuk mencari subnet mask ini caranya sangat mudah sekali. Hanya dengan cara 256 - prefix.
256 - 16 = 240
jadi, subnet masknya adalah 255.255.255.240

Disini kita gabungkan hasil dari keseluruhannya.
Network: 192.168.40.192
Broadcast: 192.168.40.207
Host: 192.168.40.193 - 192.168.40.206
Subnet Mask: 255.255.255.240


Tugas

192.168.1.0/24

2^(32-24) 2^8=256

192.168.1.0/24 - /24=256

network =0+256

alamat jaringan =0x256 =0

0+(256-1)=255

ip broadcast =192.168.1.255

network =0+1=1

broadcast =255-1=254

range ip =192.168.1.1 - 192.168.255.254


192.168.1.0/29

2^(32-29)=2^3=8

192.168.1.0/29 - /29=8

network=0+8

subnet number =(0:8) =0

alamat jaringan =0x8=0

0+(8-1)=7

ip broadcast=192.168.1.7

network=0+1=1

broadcast=7-1=6

range ip=192.168.1.1-192.168.1.6

Komentar

Postingan populer dari blog ini

INSTALL MIKHMON DI XAMPP

Routing dinamis,Routing RIP

Basic konfigurasi MIKROTIK